Perbedaan Formulir SPT 1770SS, 1770S dan 1770 untuk Pelaporan Pajak

by
Formulir SPT Tahunan 1770SS , 1770S , 1700

Formulir SPT Tahunan 1770SS , 1770S , 1700Berhubung sudah memasuki tahun 2016 maka diingatkan kepada seluruh wajib pajak untuk melaporkan Surat Pemberitahuan ( SPT ) Tahunan untuk tahun pajak 2015 paling lambat 31 Maret 2016 untuk Wajib Pajak orang Pribadi dan 30 April 2016 untuk Wajib Pajak Badan.

Agar Tidak terjadi Kesalahan Pelaporan, Wajib Pajak Orang Pribadi harus mengetahui Formulir SPT Tahunan orang pribadi mana yang harus dipakai untuk pelaporan SPT Tahunan 2016 untuk Tahun Pajak 2015.

Pelaporan Pajak atau SPT Tahunan Orang Pribadi dapat dilakukan dengan datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak terdekat , Mengirimkan via Kantor Pos, JNE atau TIKI , atau Pelaporan dapat dilakukan secara online melalui DJPOnline di Menu e-filing.

Baca Juga : Syarat Pembuatan Efin untuk Pendaftaran DJP Online

Untuk itu akan kami beri penjelasan perbedaan SPT 1770SS, 1770S dan 1770 dalam bahasa ringan dan mudah dimengerti.

SPT 1770SS [Lihat Formulir 1770SS]

  1. Untuk pegawai/karyawan yang penghasilan brutonya dibawah 60 juta rupiah setahun. Untuk melihat penghasilan bruto setahun anda silahkan minta kepada bendahara kantor anda bukti potong 1721-A1 untuk karyawan swasta dan 1721-A2 untuk Pegawai negeri sipil, Bukti Potong ini harus dilampirkan dalam SPT Tahunan untuk pelaporan manual.
  2. SPT 1770SS digunakan hanya untuk pegawai yang penghasilannya dari satu pemberi kerja saja (kerja di satu perusahaan saja) dalam setahun.
    Bagi Pegawai yang bekerja di dua perusahaan dalam setahun , contoh dari bulan 1-3 bekerja di PT A, 4-12 bekerja di PT B atau dari bulan 1-12 bekerja di dua atau lebih perusahaan sekaligus dan setelah digabungkan penghasilan bruto kamu dibawah 60 juta setahun tetap menggunakan formulir 1770S.
    jika penghasilan lainnya itu dari bunga bank atau bunga koperasi tetap menggunakan formulir 1770ss.
  3. Formulir 1770SS ini adalah formulir yang pengisian nya paling sederhana, hanya memindahkan data yang ada di bukti potong 1712-A1/A2, Jika ada penghasilan final seperti menjual tanah harap dicantumkan ke dalam spt juga dan menulis perkiraan jumlah kekayaan dan jumlah utang.

SPT 1770S [Lihat Formulir 1770S]

  1. Untuk pegawai/karyawan yang penghasilan brutonya sama dengan atau diatas 60 juta rupiah setahun. Untuk melihat penghasilan bruto setahun anda silahkan minta kepada bendahara kantor anda bukti potong 1721-A1 untuk karyawan swasta dan 1721-A2 untuk Pegawai negeri sipil.
  2. SPT 1770S digunakan hanya untuk pegawai yang penghasilannya dari 2 atau lebih pemberi kerja dalam setahun. Seperti yang dijelaskan tadi walaupun penghasilan bruto dibawah 60 juta setahun tetapi jika kamu bekerja di dua atau lebih perusahaan berbeda dalam setahun  tetap harus menggunakan formulir 1770s
  3. Formulir 1770s terdiri dari 2 lampiran untuk dilengkapi yaitu data penghasilan, bukti potong , harta , anggota keluarga dll

SPT 1770 [Lihat Formulir 1770]

  1. Untuk Wajib Pajak yang penghasilannya dari Usaha atau Pekerjaan Bebas ( Seseorang yang mempunyai keahlian khusus untuk memperoleh penghasilan tanpa ada ikatan kerja, contoh : Dokter, Notaris, Konsultan dll ) ,Bekerja lebih dari satu pemberi kerja, Penghasilan yang dikenakan PPh Final atau Bersifat Final, Penghasilan dalam negeri lainnnya (Bunga , Royalti, Penghasilan dari selisih kurs mata uang, penghasilan dari anak wajib pajak yang belum dewasa dll ) atau Penghasilan dari Luar negri
  2. SPT 1770 mengakomodir Wajib Pajak yang mempunyai banyak jenis penghasilan baik itu Penghasilan dari Pegawai Tetap, Dari Pekerjaan Bebas, Honor dan Penghasilan dalam negeri lainnya. Contoh : Dokter yang merupakan pegawai tetap dari Rumah Sakit A membuka praktek sendiri di rumahnya , mendapat Honor sebagai Dosen di Universitas B mendapat bunga deposito mempunyai anak yang berprofesi sebagai artis cilik yang mendapat honor atas nama ayahnya.
  3. Namun SPT 1770 ini juga dapat digunakan untuk Wajib Pajak yang tidak bekerja sama sekali atau penghasilan nihil. Cukup dengan mengisi identitas nama, npwp namun dikolom penghasilan cukup diisi angka 0 dan melampirkan surat pernyataan diatas materai bahwasanya wajib pajak yang bersangkutan memang benar-benar tidak mempunyai penghasilan sama sekali di Tahun Pajak yang dilaporkan.

Demikianlah Postingan mengenai Perbedaan Formulir SPT 1770SS, 1770S dan 1770 diharapkan pada saat melapor pajak online (e-filing) atau mengambil formulir spt di kantor pajak terdekat kamu tidak kebingungan harus memilih formulir yang mana.

Perpajakan Indonesia:

  • spt 1770
  • spt 1770 ss
  • 1770 ss
  • formulir 1770 ss
  • formulir 1770
  • spt 1770 s
  • 1770 S
  • 1770S
  • formulir spt
  • formulir spt tahunan 2016
  • formulir 1770 ss 2016
  • spt 1770s
  • formulir 1770 s
  • formulir spt 1770
  • formulir spt tahunan

19 thoughts on “Perbedaan Formulir SPT 1770SS, 1770S dan 1770 untuk Pelaporan Pajak

  1. Assalamualaikum, saya mau bertanya mengenai dasar peraturan utk pernyataan admin “Namun SPT 1770 ini juga dapat digunakan untuk Wajib Pajak yang tidak bekerja sama sekali atau penghasilan nihil. Cukup dengan mengisi identitas nama, npwp namun dikolom penghasilan cukup diisi angka 0 dan melampirkan surat pernyataan diatas materai bahwasanya wajib pajak yang bersangkutan memang benar-benar tidak mempunyai penghasilan sama sekali di Tahun Pajak yang dilaporkan.” thanks in advance 🙂

  2. Berarti fungsi SPT 1770 bs digunakan bagi WP yg tadinya bekerja kemudian sdh tidak bekerja lg, jd bs disamakan dg SPT yg dpt menginformasikan bhw WP sudah tdak memiliki kewajiban mmbyar pajak??

  3. I see you don’t monetize your website, i think there is
    one opportunity to earn extra money on your website, search
    in google for- idol4jp makes money

  4. Seorang wp perorang membeli sejumlah barang dengan menggunakan npwpnya, dan barang tsb kemudian nantinya dijual kembali. Bagaimana cara membuat laporan pajaknya.tsb

  5. Assalamualaikum wr.wb. pak bgmana kalau saya mau mulai buat ppembetulan apa saja yg harus saya siapkan.karena perusahaan sdh lan non aktif.mohon info.thks

  6. mau nanya nikh. Kalau seorang PNS sudah pensiun, dan tentunya menerima pensiunan secara tetap. Kemudian masih memiliki kesempatan kerja atau dipekerjakan kembali, sehingga mendapatkan gaji atau penghasilan bulanan sampai masa kontrak habis. Pengisian SPT memakai 1770 SS atau 1770 S!?
    Kemudian mendatang, jika kerja sambilan tadi sudah selesai, akan pada kondisi semula hanya menerima gaji pensiunan. Apakah harus dilaporkan untuk memakai SPT 1770 SS!?

    Terima kasih.

  7. Gaji kita yg di potong pajak.knapa kita yg lapor.seharusnya kita yg di kasih laporan sama kantor pajak.

  8. untuk kasus setahun bekerja di 2 perusahaan 1770S , tanya EFILLING apakah sudah support itu? memang benar kita bisa input GABUNGAN penghasilan NETTO dari 2 perusahaan (berd. bukti potong) tetapi di EFILLING hanya memotong pengurang PTKP (K0,K1,dst) nya sekali saja sehingga SELALU menimbulkan KURANG BAYAR. ( A1 + A2 ) – P1 saja seharusnya (A1+A2) -(P1 +P2) A=Penghasilan P=Pengurang

  9. Makasih infonya min.. Namun ada yg saya ingin tanyakan lagi.. Saya sudah mendownload file pdf spt 1770 di web resmi dirjen pajak, namun saat saya akan mengisi kolom harta pada akhir tahun, hanya terdapat 10 kolom saja, sedangkan yg akan saya laporkan 13 macam.. Bagaimana cara memperbanyak kolomnya? Mohon bantuan pencerahannya.. Terima kasih..

  10. Selamat pagi. Tahun 2015, perusahaan tempat saya memberhentikan saya karena perusahaan akan tutup. sampai sekarang saya belum dapat kerja. jadi thn ini tidak ada penghasilan untuk dilaporkan. Apakah saya tetap harus lapor SPT? pakai form yang mana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *