Pajak Angsuran PPh Pasal 25

pajak angsuran pph pasal 25

PPh Pasal 25 adalah fasilitas yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak agar Wajib pajak dapat mengangsur (menyicil) setiap masa pajak atas pajak penghasilan yang terutang pada SPT Tahunannya. Tujuan dari PPh pasal 25 ini adalah memberikan fasilitas kemudahan dan keringanan kepada wajib pajak agar dapat menyicil pajak setiap bulannya dari bulan januari s.d. desember.

Bagaimana Mekanisme Perhitungan PPh Pasal 25 ?

Contoh cara menghitung pph pasal 25 pajak angsuran :
Pajak penghasilan (PPh) yang terutang yang masih harus dibayar (poin 16 pada formulir spt tahunan) pada SPT Tahunan 1770 OP Tahun Pajak 2014 adalah Rp 12.000.000, PPh yang terutang tersebut disetorkan pada bulan tanggal 31 Maret 2015.

Maka jika sebelumnya pada masa april sd. desember 2014 dan masa januari – maret 2015 angsuran pajaknya adalah Rp 500.000 ( Pajak terutang yang masih harus dibayar dalam SPT Tahunan Tahun Pajak 2013 adalah Rp 6.000.000 maka Cicilan Rp 6.000.000 : 12 = Rp 500.000 ) , angsuran pajak untuk tahun pajak 2015 masa april – desember 2015 dan masa januari sd tgl penyetoran spt tahunan adalah Rp 1.000.000

Nah jika wajib pajak melapor spt tahunan pada bulan januari atau februari 2015, maka perhitungan angsuran terbarunya berlaku mulai pada tahun berjalan. Contoh pelaporan spt tahunan pada bulan tanggal 11 januari 2015 maka untuk februari angsuran pajaknya sesuai perhitungan pada poin 21 SPT Tahunan ( Angsuran PPh Pasal 25 Tahun pajak berikutnya )

Acuan dari angsuran jumlah pajak terutang yang masih harus dibayar sendiri yaitu Jumlah PPh terutang dikurangkan dengan Kredit Pajak.

Kredit pajak adalah PPh yang dipotong atau dipungut oleh pihak lain (pph pasal 21,23), pph yang dipotong diluar negeri (pph pasal 24)  dan PPh yang ditanggung pemerintah.

Kapan batas waktu pembayaran dan pelaporan pph pasal 25?

PPh pasal 25  harus dibayar paling lambat tanggal 10 setelah masa pajak berakhir, dan harus dilapor paling lambat tanggal 20 setelah masa pajak berakhir.

Contoh :
untuk masa pajak april 2016, jatuh tempo untuk pembayaran spt masa pph pasal 25 adalah tanggal 10 mei 2016  sedangkan jatuh tempo pelaporan spt masa pph pasal 25 adalah tanggal 20 Mei 2016.

Jangan sampai terlambat !

Sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% perbulan jika terlambat menyetorkan pajak penghasilan pasal 25 yang terutang terhitung mulai dari tanggal penyetoran hingga pajak tersebut dilunasi.

Jika terlambat menyampaikan SPT masa pph pasal 25 maka akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp 100.000,-

Perpajakan Indonesia:

  • pph pasal 25 tahun 2016
  • cara mengangsur pasal 25 januari-april tahun berikutnya
  • cara menghitung angsuran pajak
  • contoh angsuran pph pasal 25
  • fungsi pph ditanggung pemerintah dan pph 25
  • jika terlambat menyetorpph pasal 25 perhitungan nya
  • spt pasal 25 denda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *