Perhitungan Pemotongan Pajak Penghasilan atas Hadiah

pemotongan pajak atas hadiah

Seperti yang sering kita lihat di stasiun televisi dalam acara undian berhadiah atau perlombaan, Pada saat pemberian hadiah kepada sang beruntung atau sang juara  selalu ada kata-kata penutup terakhir seperti ‘pajak ditanggung oleh pemenang’.

Ya memang benar secara aturan memang pemotongan pajak atas hadiah tersebut telah diatur pemerintah dalam :

1 Undang-Undang No 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (PPh)

2 Peraturan Pemerintah 132 tahun 2000 tentang PPh atas Hadiah Undian

Secara singkat Tarif Pajak untuk hadiah terbagi ke dalam dua tarif yaitu

1 Hadiah Undian

Hadiah ini diberikan murni karena keberuntungan, seperti pengacakan nomor undian, hadiah doorprize yang memang tanpa ada usaha sama sekali untuk mendapatkan hadiah tersebut. Tarif Pemotongan pajak untuk hadiah undian adalah 25% dari nilai kotor hadiah. Pajak atas Hadiah Undian ini bersifat Final.

Contoh :

Pak Budi mendapatkan uang tunai Rp 100 juta dari hadiah undian tabungan Bank B, atas hadiah undian tersebut dipotong pajak 25% saat itu juga yaitu 25% x 100.000.000 = 25.000.000 , jadi Uang tunai yang bisa pak budi bawa pulang adalah Rp 75 juta.

Bagaimana Dasar Pemotongan Pajak Hadiah undian jika hadiahnya bukan Uang Tunai?
Pak Budi menerima hadiah mobil dari hasil undian program Bank A, maka yang menjadi dasar pemotongan pajak adalah nilai pasar dari harga mobil tersebut. Biasanya kalau hadiahnya bukan uang tunai atau kendaraan bermotor maka si penyelenggara acara undian berhadiah akan memperhitungkan nilai hadiah setelah dipotong pajak. Contoh hadiahnya senilai 100 juta rupiah maka si panitia membelikan mobil seharga 75 juta dan 25 jutanya digunakan untuk pemotongan pajak.

2 Hadiah Perlombaan dan Penghargaan

Perlakuan Tarif Pemotongan pajak atas hadiah perlombaan dan/atau penghargaan berbeda dengan hadiah undian, karena Hadiah perlombaan dan/atau penghargaan didapatkan atas hasil kerja keras, usaha, biaya dll.

Tarifnya terdiri dari 3 yaitu

a. Subjek Pajak dalam Negeri Orang Pribadi  dikenakan PPh pasal 21 sesuai UU PPh Pasal 17

contoh :

Pak Budi menang perlombaan makan kerupuk mendapat hadiah 10 juta rupiah, maka pajak yang dipotong adalah sebesar 5% x 10.000.000 = Rp  500.000 .

Pak Anto menang perlombaan balap karung mendapat hadiah 100 juta rupiah maka pajak yang dipotong (tarif progresif pph pasal 17) adalah sebesar
5% x 50.000.000 = Rp 2.500.000
15% x 50.000.000 = Rp 7.500.000Total Pajak yang dipotong adalah Rp 2.500.000 + 7.500.000 = Rp 10.000.000

b. Subjek Pajak dalam Negeri Badan dikenakan PPh Pasal 23 sebesar 15%

PT ABC memenangkan perlombaan sebagai perusahaan terbaik mendapat hadiah 100 juta rupiah, maka pajak yang dipotong adalah sebesar 15% x 100.000.000 = Rp 15.000.000

c. Subjek Pajak Luar Negeri Orang Pribadi (bukan BUT) akan dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20% dan bersifat final dengan memperhatikan perjanjian persetujuan penghindaran pajak berganda atau Tax Treaty

Mr. Fernando WNA Amerika juara 1 lomba lari jarak jauh mendapat hadiah Rp 100.000.000, setelah memperhatikan ketentuan persetujuan penghindaran pajak berganda (p3b atau Tax Treaty) yang mana hak pemotongan pajak dilakukan oleh indonesia  maka pajak yang dipotong adalah sebesar 20% x 100.000.000 = Rp 20.000.000

Siapa yang memotong pajak?

Pemberi Hadiah , Penyelenggara Hadiah

Pajak atas hadiah yang telah dipotong harus disetorkan ke kas negara melalui kantor pos atau bank persepsi paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya setelah saat pajak tersebut terutang.

baca juga ebilling cara mudah setor pajak

Penyelenggara wajib melaporkan SPT Masa paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya setelah dilakukan pembayaran atau penyerahan hadiah.

Saat pajak terutang adalah saat dilakukan pembayaran atau penyerahan hadiah.

Pajak PPh atas hadiah dipotong oleh panitia penyelenggara hadiah atau perlombaan sebelum hadiah diserahkan ke pemenang hadiah.

Penyelenggara wajib membuat bukti potong rangkap 3 dengan rincian :
Penerimah hadiah wajib mendapatkan bukti potong lembar pertama
Kantor Pelayanan Pajak mendapatkan bukti potong keduaPenyelenggara mengarsipkan bukti potong ketiga

Demikian artikel mengenai tarif pemotongan pajak penghasilan atas hadiah undian dan hadiah perlombaan atau kompetisi.

Perpajakan Indonesia:

  • pajak hadiah
  • cara menghitung pajak hadiah
  • contoh perhitungan pph pasal 21 atas hadiah
  • pajak hadiah mobil
  • pajak atas hadiah uang tunai
  • contoh perhitungan pph pasal 23 atas hadiah
  • contoh soal pajak hadiah
  • pajak atas hadiah
  • perhitungan pajak hadiah
  • pajak hadiah lomba
  • pph 21 atas hadiah
  • menghitung pajak hadiah
  • pajak untuk hadiah
  • contoh soal tentang hadiah tip penghargaan pph pasal 23
  • hadiah uang dipotong pajak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *