Pajak penghasilan PPh pasal 21

by
pph pasal 21, pph 21, pajak penghasilan

pph pasal 21, pph 21, pajak penghasilanSudah lama saya tidak update blog ini, untuk seterusnya saya akan aktif untuk update blog  pajak.club ini mengenai informasi perpajakan, untuk sekarang saya mulai dengan mengisi konten mengenai PPh pemotongan dan pemungutan atau sering disebut PPh PotPut, pembahasan akan saya mulai dari pajak atas pekerjaan atau PPh pasal 21

Sebelum lanjut lebih dalam kita harus mengetahui apa sih pengertian PPh pasal 21 itu, PPh pasal 21 adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan apapun namanya mau gaji, upah, honorarium (honor) , tunjangan lain atau pembayaran yang kita terima dalam bentuk apapun karena kita melakukan suatu pekerjaan, jasa atau karena jabatan kita dan yang peling penting dilakukan oleh orang pribadi dalam negeri. Poin dalam negeri saya tebalkan karena ini lah yang membedakan antara PPh Pasal 21 (Subjek Pajak dalam Negeri) dan PPh Pasal 26 (Subjek Pajak Luar Negeri)

PPh pasal 21 adalah pajak yang dipotong, siapa aja sih pemotong pph 21?

  1. Pemberi Kerja : Orang Pribadi atau Badan
  2. Bendahara Pemerintah
  3. Dana  Pensiun atau badan lain yang membayar uang pensiun secara teratur dan  tunjangan hari tua
  4. Orang Pribadi yang ada usahanya atau pekerjaan bebas
  5. Penyelenggara kegiatan karena mengadakan suatu kegiatan yang memberikan penghasilan kepada wajib pajak orang pribadi karena aktifitasnya dalam kegiatan tersebut

Diatas adalah pemotong pajak, nah yang bukan pemotong pph 21 adalah

  1. Kantor Perwakilan negara asing (jika ada orang pribadi dalam negeri yang bekerja di kantor perwakilan negara asing maka dia tidak dipotong pph 21 tetap menggunakan pph pasal 25/29)
  2. Organisasi Internasional yang bukan subjek pajak (UNHCR, WHO, UNESCO, UNICEF, UNIC, IDRC, ACE)
  3. Pemberi kerja orang pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha ( ibu andi yang mempekerjakan inem sebagai asisten rumah tangga , asisten rumah tangga bukanlah kegiatan usaha maka ibu andi tidak boleh memotong pph pasal 21)

Siapa aja sih orang pribadi dalam negeri yang di potong pph pasal 21?

  1. Pegawai
  2. Penerima uang pesangon karena berhenti bekerja , penerima uang pensiun, jaminan hari tua dan ahli warisnya dalam hal penerima uang pesangon, pensiun meninggal dunia
  3. Bukan Pegawai (profesional yang ahli dalam suatu bidang ) yang pekerjaannya memberikan jasa dan tidak terikat hubungan kerja seperti dokter, arsitek, pemain musik, pelatih, distributor mlm
  4. Anggota dewan komisaris atau dewan pengawas yang tidak merangkap sebagai pegawai tetap pada perusahaan yang sama
  5. mantan pegawai
  6. peserta kegiatan yang memperoleh honor karena keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut ( contoh anak alay yang ikut acara musik dipagi hari dapat honor 100ribu)

tadi kita sudah berbicara siapa pemotong, siapa bukan pemotong, siapa yang dipotong. sekarang kita berbicara apa yang dipotong?

  1. Penghasilan yang diterima pegawai tetap baik teratur (gaji, tunjangan, uang makan) maupun tidak teratur ( bonus akhir tahun, uang thr dll)
  2. Uang pensiun yang diterima berkala (perbulan)
  3. Uang pesangon, manfaat hari tua, jaminan hari tua yang dibayarkan sekaligus ( dibayarkan sekaligus ini tidak harus cash pada saat pegawai berhenti tetapi apabila dibayarkan bertahap dalam jangka waktu dua tahun sejak pegawai tersebut berhenti bekerja dianggap dibayarkan sekaligus)
  4. Upah mingguan, upah bulanan, upah satuan, upah borongan dari tenaga kerja lepas atau pegawai tidak tetap
  5. Honor, komisi, fee, atau apalah itu sebagai  timbal balik , bayaran atau imbalan sehubungan pemberian jasa
  6. Imbalan peserta kegiatan seperti uang rapat, uang saku dll
  7. honor, imbalan yang diterima dewan komisaris dan bukan pegawai tetap di perusahaan yang sama
  8. penghasilan dari jasa produksi, tantiem, gratifikasi, bonus yang diterima mantan pegawai
  9. penarikan dana pensiun oleh anggota pensiun yang masih berstatus pegawai dari dana pensiun yang pendiriannya disahkan oleh menteri keuangan
  10. Penerimaan dalam bentuk natura atau kenikmatan ( beras 1 ton, tiket liburan ke eropa, fasilitas penginapan gratis, fasilitas kesehatan gratis dll) yang diberikan oleh WP PPh Final dan WP Norma perhitungan khusus (deemed profit)

apa yang tidak dipotong pph pasal 21?

  1. Pembayaran asuransi dari perusahaan asuransi
  2. Kenikmatan atau natura selain dari WP PPh Final dan Deemed Profit
  3. Iuran Pensiun yang dibayarkan kepada dana pensiun yang pendiriannya disahkan oleh Menteri Keuangan
  4.  Zakat yang diterima orang pribadi (OP)
  5. Beasiswa dengan syarat beasiswa atas pendidikan yang berjenjang di dalam atau luar negeri, tidak ada hubungan istimewa dengan pemberi beasiswa ( contohPak Budi direktur PT A memberikan beasiswa kepada anaknya sendiri maka syaratnya tidak terpenuhi  ) ,  komponen beasiswa terdiri dari uang sekolah,  uang buku dan/atau biaya hidup.

Sekian pembahasan mengenai PPh Pasal 21 tentang apa pengertian pph pasal 21, pemotong pph 21, bukan pemotong pph 21, siapa yang dipotong pph 21, siapa yang tidak dipotong pph 21, penghsilan apa yang dipotong pph 21, penghasilan apa yang tidak dipotong pph 21. Tunggu pembahasan selanjutnya mengenai PTKP ( Penghasilan Tidak Kena Pajak )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *